Adaptasi New Normal

Masih tentang corona yang semakin trending. Sudah hampir empat bulan lamanya virus ini bertebaran tanpa kejelasan. Hanya angka demi angka yang semakin merangkak naik. Per hari ini total kasus mencapai angka 40.400 yang positif. Sudah tiga hari kebelakang pertambahannya mencapai angka kurang lebih 1000 kasus. Meski kasus positif terus merangkak naik, tapi, Indonesia sudah memutuskan untuk memasuki era new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

Kebijakan ini diambil salah satunya untuk membangun sektor perekonomian. Karena bagaimanapun perputaran dalam sektor ini dirasa penting untuk keberlangsungan negara.

Dari corona, banyak pelaran yang bisa diambil. Tapi, tersebab corona pula adanya perubahan-perubahan yang terjadi. Dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru maka tidak menutup kemungkinan pula terjadinya perubahan perilaku terhadap mereka yang terdampak.

Kini, semua orang wajib menggunakan masker. Bahkan dari berita yang saya baca kemarin, akan adanya sanksi bagi mereka yang tidak menggunakan masker seperti denda sejumlah uang dengan nominal 250 ribu rupiah.


Sanksi yang diterapkan tidak tanggung-tanggung. Kondisi ekonomi masyarakat saja sedang porak poranda, tapi sanksi yang diberikan cukup memberatkan.

Berbicara tentang ekonomi, tentunya masyarakat harus lebih kreatif lagi untuk bisa bertahan hidup. Terutama bagi mereka yang terkena PHK atau masih bekerja tetapi harus dipotong setengah gajinya.

Bagi mereka yang masih mendapatkan gaji setengah sedangkan kebutuhan tetap utuh satu, harus segera memutar otak untuk mencari sumber keuangan kedua.

Tidak sedikit masyarakat yang kreatif memanfaatkan waktu luang ketika masa pandemi berlangsung. Kebanyakan dari mereka memang mengambil ranah disektor jual beli. Banyak dari mereka yang memiliki sumber pendapat kedua dengan berjualan online.

Lihat saja, ketika membuka beranda facebook. Jika dahulu beranda facebook diisi dengan cuitan status galau atau menyindir seseorang, kini, berubah 180 derajat. Facebook sudah beralih menjadi pasar online. Kemudian instagram, aplikasi ini juga dirasa lebih efekif untuk memindahkan pasar offline menjadi online.

Belajar dari corona, saya rasa banyak hal positif yang didapat. Dengan banyaknya kegoatan di rumah menjadi lebih dekat dengan keluarga dan mampu menggali potensi yang selama ini terpendam akibat kesibukan sehari-hari.

Dengan adaptasi kebiasaan baru, semoga kita semua tidak merasakan kesulitan menjalaninya. Jangan lupa tetap bersyukur, tetap sehat dan tetap bahagia.

1 komentar

Terima kasih sudah membaca postingan ini semoga bermanfaat :)