Posts

About Chusnul

Pekan terakhir ngODOP, disuruh bikin challenge nulis biografi, ini pertama kalinya aku buat ini. Semoga memberikan informasi yang manfaat ya tentang dedek yang satu ini. Kalau di grup dia comelnya minta ampun, aslinya aku tidak tahu. Karena kita belum pernah ketemu langsung. Namanya Chusnul Chotimah, atau dikenal dengan sapaan husnul, gadis yang lahir di lubuk linggau, 16 januari 2002. Husnul memiliki hobi bermain catur, dan membaca seperti webtoon, wattpad, dan membaca buku kisah menarik (sulit untuk mendefinisikannya, yang jelas menarik versi dia), karena itulah membuatnya berkeinginan untuk terus berkarya dalam dunia kepenulisan. Aku tak pernah menyangka, dia sudah punya karya diusianya yang masil muda. Buku antalogi pertamanya berjudul " palung rindu " cerpen pertama yang dibuatnya saat duduk di SMA. Keren bukan? Kamu sudah punya karya apa ketika SMA? Hehehe Saat ini husnul berusia 17 tahun, dan menjadi seorang mahasiswi di universitas bina insan lubuklinggau, semester …

It's Me

Image
Hai... Perkenalkan namaku Maftuha, tapi ditulis di akta kelahiran Maftukha. Jadi beda arti sih, cuma daripada repot berurusan dengan disdukcapil biarlah dalam kertas tertulis maftukha. Tapi yang tepat ya Maftuha. Sebenarnya tak pernah terfikir untuk menuliskan tentang diri sendiri. Tapi tak mengapa fikirku, setelah permintaan dari seorang kawanku di grup kepenulisan ODOP bernama Chusnul Chotimah. Ini dek tulisannya, aku bikin versi narasi ya :). Aku dilahirkan dari rahim ibuku tahun 1993 tepatnya di bulan Agustus tanggal 15. Aku anak ke-7 dari 8 bersaudara. Kakak perempuanku 4 dan kakak laki-lakiku 2, aku punya adik 1 perempuan. Tapi tingkahnya seperti laki-laki. Aku asli dan dilahirkan di Cirebon, tepatnya di kelurahan Kaliwadas, blok Bantenan kecamatan Sumber kabupaten Cirebon. Aku sekolah di Sekolah Dasar (SD) impres sekarang namanya sudah menjadi SDN 1 Kaliwadas. Lulus sekolah dasar, aku melanjutkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kenanga di daerah Plumbon. Karena merasa tid…

Kepalsuan (end)

Sibei sudah berada di taman, sebuah walkman di genggamnya terbungkus sebuah kotak berbungkus kertas berwarna merah muda dengan corak bunga.  Ilvy masih bersiap, perlahan dia melepas satu demi satu alat medis yang ada di tubuhnya. Dengan sangat hati-hati dia mengendap-endap melangkahkan kaki keluar dengan tidak mengeluarkan suara sekecilpun. Jarak masih 20 meter ke depan, Ilvy sudah melihat sosok pria dengan menggunakan jaket berwarna cream dengan kaos berwarna abu-abu. Dengan gaya rambut belah dua dan kedua tangan yang dimasukkan kedalam kantong celana "Hai..." Teriak Ilvy kepada pria itu dan melambaikan tangannya dengan rona wajah bahagia. Sang pria membalas lambaian itu dan tetap menunggu di tempat.  "Sory lama, ada apa? Tumben ngajak ketemu "Aku, aku, aku mau mengucapkan banyak terimakasih ke kamu vy." "Makasih untuk?"  "Banyak vy, salah satunya kamu mau menjadi teman baikku selama ini"  "Santai... Aku juga seneng ko bisa kenal dan…

Kepalsuan (part 4)

Bugh Pagi itu, tubuh Ilvy tiba-tiba ambruk!. Tersungkur di atas lantai. Segera keluarga Ilvy membawanya ke rumah sakit. Senyum Ilvy yang mencerahkan tidak nampak hari itu. Suara beo juga tidak terdengar, tingkah laku kekanak-kanakan juga tak nampak. Hanya ada badan yang terkapar di atas tempat tidur berselimutkan kain belang-belang hitam putih beserta alat-alat medis yang terpasang. Isak tangis tak henti terdengar dari luar ruangan tempat Ilvy berbaring. Orangtuanya begitu mencemaskan keadaan Ilvy yang setiap hari dia harus melewati antara hidup atau mati.  *** Sibei kembali menemukan alasan dia melanjutkan. Ilvy banyak menyadarkan Sibei arti kehidupan. 'Sedih memang jika ditinggalkan orang tersayang, begitupun kita jika meninggalkan orang yang kita sayang, tapi hidup akan terus berjalan selama bumi masih berputar dengan atau tanpa kita'. Kalimat ini selalu terngiang dalam fikiran Sibei.  Tanpa kita meminta untuk ditinggalkan ataupun meninggalkan masa itu pasti akan tiba (guma…

Kepalsuan (Part 3)

"Maaf, saya gak sengaja" ucap Sibei "Oke gak papa, saya juga ko yang salah" sahut Ilvy sambil membereskan biolanya yang terjatuh. Setelah selesai merapikan biolanya, Ilvy bergegas karena dia sudah berjanji berkumpul dengan anak-anak yatim piatu untuk memberikan hiburan kepada mereka. "Itu... Ka Ilvy datang... Yeeeee" teriak beberapa anak sorak sorai bergembira "Hai adik-adik..." Ilvy melambaikan tangan ke anak-anak sambil berlari menghampiri mereka. Anak-anak langsung merentangkan tangan dan memeluk Ilvy sebagai rasa bahagia dan menyambut kedatangan Ilvy. "Hai, kakak bawa permen nih siapa mau???" "Aku mau ka, aku mau, aku mau". Ilvy segera mengeluarkan permen yang dibelinya di supermarket untuk anak-anak dan segera membagikannya. "Ka, ayok ka... Mainkan biolanya. Aku sudah tidak sabar ingin mendengarkannya" "Yuk kita mainkan sambil kita duduk melingkar ya"

*Suara biola*

Nada yang dimainkan Ilvy hampir ter…

Tanda Tanya

Ku mencari kabarmu
Ku tersadar ini salahku
Hilang???  Atau sengaja pergi Supaya dicari???
Atau mungkin... Kamu sudah menemukan penggantiku? Atau sengaja agar aku rindu?
Tidak,  Berjuang tak sebercanda itu
Jangan sengaja menghilang untuk kucari Jika malah aku yang menemukan penggantimu Jangan salahkan aku.

Cirebon, 30-10-2019

Kepalsuan (part 2)

Udara kota nan begitu sejuk disertai sinar mentari yang terik menyinari bumi siap mewarnai hari. Tapi, dalam diri Sibei hanya ada awan gelap yang menyelimuti. Sudah 3 tahun pianonya tersimpan. Sudut kamar adalah satu-satunya tempat ternyaman. Jari jemarinya kini menjadi kaku.   Suatu hari kedua sahabatnya datang. Mereka baru kembali dari luar kota untuk berlibur. Keduanya segera ke rumah Sibei, Mencoba menghibur dan mengembalikan semangatnya. Tapi, belum berhasil. Baginya, dia sudah tidak lagi memiliki tujuan hidup. Tak ada lagi yang memberi semangat. Bahkan yang memecutnya ketika dia merasa malas. Tapi, kedua sahabatnya tak berhenti begitu saja untuk menghibur Sibei.  Jeklek, brak!!! "Bei!!! Jalan yuk" ajak Yaki  Sibei hanya terdiam, tatapan matanya sangat kosong. Tubuhnya tidak sebugar dan segagah dulu. Mukanya pucat pasi. "Bro, ayolah... Jangan gini terus" sahut Ibe sambil membujuk Sibei. "Liat nih, kita udah bawa perbekalan banyak. Kita jalan yuk ke taman …